Random Post

Recent

Irianto Katakan ASN Diperbolehkan Hadir di Kampanye Paslon Pilwali Tarakan

ASN diperbolehkan hadir di kampanye paslon Pilwali Tarakan. (Foto: Yoko) 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) baru pertama kalinya melakukan silaturahmi bersama keempat pasangan calon (Paslon) Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tarakan periode 2018-2023 pada Rabu malam, (14/02/2018) di Gedung Serba Guna Pemkot Tarakan.

"Jadi saya ingin menegaskan kembali kepada pasangan calon dan tim pendukung, tolong pelajari secara komprehensif semua aturan terkait Pilkada, sehingga tidak ada lagi pertanyaan yang tidak perlu. Saya kira KPUD sudah mensosialisasikan dan menjadwalkan kampanye kepada  masing-masing pasangan calon," ujarnya dihadapan pasangan calon dan para pendukungnya.

Irianto mengatakan sesuai aturan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) diperbolehkan menghadiri kampanye-kampanye serta diskusi masing-masing calon pasangan untuk mengetahui visi misi serta lainnya. Hal tersebut, karena ASN juga sebagai salah satu Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang memiliki hak suara sehingga sangat perlu mengetahui visi misi pasangan calon tersebut.

"ASN boleh untuk hadir, tidak ada masalah hanya saja tidak boleh menggunakan perangkat negara, dan tidak boleh mengkampanyekan paslon dan itu yang tidak boleh, terkait istri atau suami dari si calon maka silahkan untuk cuti dulu, itu sudah sesuai ketentuan," tutur Irianto Lambrie.

Sebelumnya, Calon Walikota Tarakan dr Khairul yang berpasangan dengan Effendhi Djuprianto sempat mempertanyakan status istrinya yang masih tergolong ASN, dan sudah mengajukan cuti namun surat tersebut belum dikeluarkan oleh pemerintah.

"Istri saya masih ASN, sudah mengajukan cuti namun belum keluar suratnya, nah ini kan sedikit kurang baik pada saat pasangan calon mengikuti dan menghadiri tahapan pilkada, namun istri atau suami tidak ikut mendampingi, mohon arahannya bapak Gubernur," tutur dr Khairul

Senada, Calon Wakil Walikota Mahrudin Mado yang berpasangan dengan Calon Walikota Umi Suhartini juga menanyakan hal yang sama, karena surat cuti tersebut belum kunjung keluar sementara sejak tanggal 15 Februari 2018 sudah memasuki tahapan kampanye Pilwali Tarakan.

"Saya sepertinya sama dengan pak dr Khairul, karena istri juga PNS jadi saya tidak bisa membawa serta merta karena surat cuti belum ada," ujarnya Mahrudin Mado.
close
close